Beranda Berita Terbaru Politik Ketua DPRD Kota Pariaman : Rapat Paripurna HUT ke 24 Jadi Moment Penting Untuk Evaluasi Kamis, Juli 02, 2026 0 menit baca Pariaman, Sumbar - Peringatan hari jadi daerah tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan.Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim dalam sambutannya dalam Peringatan HUT Kota Pariaman ke 24, di Gedung DPRD setempat, Mangguang, Kamis (2/7)."DPRD akan terus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar setiap kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat. Fungsi DPRD bukan hanya menyetujui program pemerintah, tetapi juga memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran berjalan sesuai perencanaan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi dengan pemerintah daerah akan terus kami bangun tanpa mengesampingkan fungsi pengawasan,” ujar Muhajir.Lebih lanjut Muhajir mengatakan diusia ke 24 memasuki fase penting bagi Kota Pariaman dalam meningkatkan pembangunan, tata kelola pemerintahan dan pelayanan ke masyarakat.Ia menilai perjalanan Kota Pariaman sebagai kota otonomi, merupakan hasil kerja keras pendiri, tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan, DPRD dan masyarakat bersama sama membangun daerah tersebut. "Pada kesempatan ini, izinkan kami mengucapkan terima kasih ke semua pihak, termasuk pendiri, pejabat pemerintahan, DPRD dan masyarakat yang telah berjuang selama ini, untuk kemajuan Kota Pariaman," pungkasnya. Sidang istimewa tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Pariaman Muhajir Muslim didampingi Wakil Ketua DPRD Riza Saputra dan Yogi Firman serta dihadiri langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad, Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Perwakilan Gubernur Sumatera Barat dan Forkopimda Sumbar, Forkopimda Kota Pariaman, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar, Ketua TP PKK Kota Pariaman Ny. Yosneli Balad, Ketua TGOWKK Kota Pariaman Ny. Dina Mulyadi, Ketua DWP Kota Pariaman Nelvia Afrizal, tamu istimewa mewakili tokoh masyarakat Kota Pariaman Bapak Arcandra Tahar (mantan Wakil Menteri ESDM Republik Indonesia) serta mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pariaman terdahulu, Pimpinan dan Anggota DPRD, Kepala OPD, Kepala Badan, Kabag, Camat se Kota Pariaman, Ketua Organisai Masyarakat dan ASN serta masyarakat yang hadir. Adapun sekelumit tentang Kota Tabuik ini. Berdasarkan sejarahnya Kota Pariaman termasuk kota tertua di pantai barat Pulau Sumatera. Pariaman merupakan daerah yang cukup dikenal oleh pedagang bangsa asing semenjak tahun 1500-an. Catatan tertua tentang Pariaman ditemukan oleh Tomec Pires (1446-1524), seorang pelaut Portugis yang bekerja untuk kerajaan Portugis di Asia. Ia mencatat telah ada lalu lintas perdagangan antara India dengan Pariaman, Tiku dan Barus.Secara historis, Pariaman dikenal sebagai pusat pengembangan ajaran Islam yang tertua di pantai barat Sumatera. Salah seorang ulama yang terkenal seperti alm. Syekh Burhanuddin merupakan murid dari Khatib Sangko yang bermakam di Pulau Angso Duo yang sekarang dikenal dengan “kuburan panjang”. Jauh sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamirkan, pelaksanaan pendidikan bernuansa Islam telah berkembang di Pariaman.Secara administratif, Kota Pariaman merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Padang Pariaman yang terbentuk pada tanggal 2 Juli 2002 berdasarkan Undang-undang No. 12 Tahun 2002, memiliki luas wilayah sekitar 73,36 Km². (Eka) Baca Juga