Sosok Muda Berpengalaman, Ramadanasri Siap Mengabdi untuk Malai V Suku Timur
0 menit baca
Batang Gasan— Pemilihan Wali Nagari di Nagari Malai V Suku Timur, Kecamatan Batang Gasan, menghadirkan sejumlah tokoh terbaik putra daerah. Salah satu nama yang menjadi perhatian masyarakat adalah Ramadanasri, sosok muda yang dikenal aktif dalam pemerintahan, organisasi, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Lahir di Malai Tangah pada 5 Juli 1987, Ramadanasri tumbuh dan besar di tengah kehidupan masyarakat nagari. Kedekatannya dengan warga membuat dirinya memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari, mulai dari pembangunan, pelayanan publik, hingga pemberdayaan generasi muda.
Dengan latar pendidikan terakhir Diploma III Manajemen Informatika Komputer, Ramadanasri dikenal sebagai figur yang mampu mengikuti perkembangan zaman dan memahami pentingnya tata kelola pemerintahan yang modern, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pengalaman panjang di pemerintahan nagari menjadi salah satu modal utama yang dimiliki. Ia pernah menjabat sebagai Wali Korong Malai Tangah pada tahun 2014 hingga 2018 di Nagari Malai V Suku sebelum pemekaran wilayah. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Wali Korong Malai Mudo sejak tahun 2018 hingga 2026.
Tidak hanya itu, Ramadanasri juga dipercaya mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Wali Korong Ujang Tanah Kapau pada periode 2025–2026 setelah pemekaran nagari. Amanah tersebut dinilai sebagai bentuk kepercayaan masyarakat dan pemerintah terhadap kemampuan kepemimpinannya.
Di luar pemerintahan, Ramadanasri aktif dalam berbagai organisasi sosial kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai pengurus di organisasi Pemuda Pancasila dan Pekat, serta dikenal aktif membangun komunikasi dengan berbagai kalangan masyarakat.
Pengalamannya di bidang demokrasi dan pengawasan pemilu juga tidak diragukan. Pada tahun 2015–2016, ia pernah menjadi anggota Bawaslu Kecamatan, yang memberinya pengalaman dalam menjaga proses demokrasi berjalan secara jujur dan adil.
Semangat organisasinya sudah terlihat sejak masa kuliah. Saat menjadi mahasiswa, Ramadanasri aktif di berbagai organisasi kampus, yang membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, serta kemampuan membangun kerja sama.
Dalam pencalonannya sebagai Wali Nagari, Ramadanasri membawa visi besar untuk *“Membangun Nagari yang Pangan, Religius, Beradab, Berakhlak Mulia, dan Sejahtera.”* Visi tersebut lahir dari keinginannya membangun nagari yang maju secara ekonomi, kuat dalam nilai agama dan adat, serta mampu menciptakan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Ramadanasri menyiapkan sejumlah misi prioritas, di antaranya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital. Ia juga menaruh perhatian besar terhadap pengembangan pemuda melalui kegiatan olahraga dan pembinaan generasi muda agar lebih aktif, sehat, dan produktif.
Selain itu, peningkatan keterampilan masyarakat melalui pengembangan UMKM juga menjadi fokus penting. Menurutnya, kemajuan ekonomi nagari harus dimulai dari penguatan usaha masyarakat kecil agar mampu berkembang dan bersaing.
Bagi banyak warga, Ramadanasri dinilai sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat, mudah bergaul, dan memahami kondisi nagari secara langsung. Pengalaman birokrasi, organisasi, serta keterlibatannya dalam kehidupan sosial menjadi modal penting dalam membawa perubahan dan pembangunan bagi Nagari Malai V Suku Timur ke depan.
Ajak Warga Jaga Persaudaraan Di Pesta Demokrasi
Di tengah dinamika pesta demokrasi nagari, Ramadanasri juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan menghormati perbedaan pilihan politik dalam Pemilihan Wali Nagari Malai V Suku Timur. Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi dan tidak boleh menjadi penyebab perpecahan di tengah masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menghadirkan kampanye yang santun, damai, dan penuh rasa kekeluargaan. Masyarakat diharapkan tidak saling menghina, menyebarkan fitnah, maupun menjatuhkan calon lain demi kepentingan politik sesaat. Baginya, pesta demokrasi seharusnya menjadi ajang adu gagasan dan program terbaik untuk kemajuan nagari, bukan tempat memecah hubungan persaudaraan.
Ramadanasri juga mengajak para pendukung dan simpatisan untuk menjaga etika dalam berkampanye, baik secara langsung maupun di media sosial. Ia berharap seluruh masyarakat tetap menjaga adat, sopan santun, serta nilai kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Minangkabau.
“Siapapun yang terpilih nantinya, kita semua tetap keluarga besar masyarakat Malai V Suku Timur. Demokrasi harus menghadirkan persatuan, bukan perpecahan,” ungkapnya.
Bagi banyak warga, Ramadanasri dinilai sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat, mudah bergaul, dan memahami kondisi nagari secara langsung. Pengalaman birokrasi, organisasi, serta keterlibatannya dalam kehidupan sosial menjadi modal penting dalam membawa perubahan dan pembangunan bagi Nagari Malai V Suku Timur ke depan. (Nda)

