BREAKING NEWS

Kemendikdasmen Kucurkan Dana 25,3 miliar, 57 Sekolah di Padang Pariaman di Revitalisasi.


Padang Pariaman - Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat pada November 2025 lalu,  selain menelan ratusan jiwa, juga mengakibatkan ribuan rumah dan fasilitas umum yang rusak, termasuk pendidikan. Untuk di Kabupaten Padang Pariaman, terdapat 57 sekolah terdampak, terdiri dari 21 unit PAUD, 27 unit SD, dan 3 unit SMP. Dari jumlah tersebut, tiga sekolah mengalami kerusakan berat dan membutuhkan relokasi, salah satunya SDN 05 Batang Anai.

Menurut Pelaksana Harian Sektetaris Daerah, Hendra Aswara, untuk sekolah yang rusak ringan hingga sedang, penanganannya telah dilakukan melalui program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sementara yang rusak berat akan ditangani melalui pembangunan unit sekolah baru.

Secara keseluruhan, total anggaran revitalisasi yang dikucurkan kemendikdasmen, mencapai Rp25,3 miliar, dengan rincian Rp11,3 miliar untuk PAUD, Rp6,39 miliar untuk SD, dan Rp7,55 miliar untuk SMP. " "Saat ini, sekitar 70 persen dari 25,3 miliar dana untuk revilisasi itu, telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing sekolah," ungkapnya.

Ia menjelaskan, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan mandat dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 dan masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Program ini mencakup rehabilitasi, pembangunan, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan guna menunjang proses pembelajaran yang lebih efektif.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman, Hendri, menambahkan bahwa pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara swakelola dengan melibatkan kepala sekolah dan masyarakat setempat.

“Model swakelola ini kami pilih agar proses pengerjaan lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar,” ungkap Hendri.

Ia menjelaskan, jangka waktu pelaksanaan pekerjaan ditargetkan selama tiga bulan, dengan pengawasan ketat dari pemerintah daerah dan tim teknis guna memastikan kualitas pembangunan sesuai standar.

“Kami juga melakukan pendampingan teknis secara berkala agar setiap tahapan berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi kualitas bangunan maupun administrasi,” tambahnya.

Hendra Aswara menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengawal seluruh proses revitalisasi hingga seluruh sekolah terdampak dapat kembali berfungsi secara optimal.

“Kami pastikan program ini berjalan cepat, tepat sasaran, dan berkualitas. Harapannya, seluruh satuan pendidikan dapat kembali pulih dan memberikan layanan terbaik bagi anak-anak kita,” tutupnya.

Dengan percepatan revitalisasi ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman optimistis seluruh satuan pendidikan yang terdampak bencana dapat segera beroperasi normal, sehingga proses pembelajaran tetap berjalan secara aman, nyaman, dan berkualitas. (Kominfo)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar