"Lapor Ajo" Aplikasi Pelayanan Pemerintah Untuk Masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman. Setiap OPD Diminta Respon Cepat Atas Laporam Masyarakat.
Padang Pariaman — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus mengakselerasi pelayanan publik berbasis digital melalui penguatan aplikasi "Lapor Ajo". Komitmen ini ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Lapor Ajo yang dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Setdakab Padang Pariaman, Srinelis, SKM, mewakili Bupati, di Ruang Rapat Sekda, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, para Sekretaris OPD, serta admin pengelola Lapor Ajo dari seluruh perangkat daerah.
Dalam arahannya, Srinelis menegaskan bahwa pemerintah dituntut hadir lebih cepat dan responsif dalam menjawab setiap aspirasi masyarakat.
“Lapor Ajo adalah solusi konkret. Semua pengaduan kini terkelola secara sistematis, bisa dipantau, dan yang terpenting—harus ditindaklanjuti dengan cepat oleh OPD,” tegasnya.
Diluncurkan sejak 2025, Lapor Ajo menjadi inovasi andalan Pemkab Padang Pariaman dalam membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat. Aplikasi ini memungkinkan warga menyampaikan pengaduan, saran, hingga pertanyaan terkait pelayanan publik secara mudah melalui perangkat seluler.
Seiring pengembangannya, Lapor Ajo kini dilengkapi berbagai fitur unggulan seperti penyampaian informasi publik, monitoring laporan secara real time, serta akses berbasis Android yang semakin memudahkan masyarakat.
“Setiap laporan adalah masukan berharga. Jangan diabaikan, tapi jadikan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan,” tambah Srinelis.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Padang Pariaman, Zahirman, dalam paparannya menegaskan bahwa keberhasilan Lapor Ajo sangat ditentukan oleh kecepatan dan kualitas respon dari masing-masing OPD.
“Yang paling penting bukan hanya menerima laporan, tapi bagaimana kita meresponnya. Ada standar waktu tindak lanjut yang harus dipatuhi. Admin dan OPD harus aktif memantau dashboard setiap hari,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa Lapor Ajo bukan sekadar aplikasi, melainkan sistem yang terintegrasi dalam tata kelola pemerintahan modern yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.
Menurutnya, melalui Bimtek ini, para pengelola diharapkan semakin memahami alur penanganan pengaduan, mulai dari verifikasi, disposisi, hingga penyelesaian laporan secara tuntas.
“Kita ingin tidak ada lagi laporan yang menggantung. Semua harus ada respon, ada tindak lanjut, dan ada solusi,” tegas Zahirman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas pengelola pengaduan di setiap OPD, serta terbangunnya sinergi yang kuat dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan solutif.
Menutup kegiatan, Srinelis mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Lapor Ajo sebagai bagian dari budaya kerja baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.
“Ini bukan sekadar sistem, tapi komitmen kita bersama dalam melayani masyarakat dengan lebih baik,” ujarnya
Pemkab Padang Pariaman juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif memanfaatkan aplikasi Lapor Ajo sebagai sarana menyampaikan aspirasi dan pengaduan.
Kini, suara masyarakat tak lagi jauh—cukup dalam satu genggaman. (kominfo)