Bocah 12 Tahun Tewas Diterkam Harimau Sumatera Di Pelalawan, BBKSDA Riau Minta Warga Disekitar Kejadian Untuk Waspada
Pekanbaru, Riau – Seorang bocah berusia 12 tahun, Jerlin Zalukhu, meninggal dunia setelah diterkam seekor Harimau Sumatera di kawasan areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI) PT Madukoro Lestari Tasik Estate, di Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, mengatakan peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (7/7) sekitar pukul 04.30 WIB.
Berdasarkan hasil investigasi, korban saat itu sedang menemani kakaknya mencuci peralatan makan di kamar mandi camp pekerja. Saat berada di luar kamar mandi, korban tiba-tiba diserang dan diseret harimau yang diduga masuk melalui pagar pelindung bagian belakang camp yang rusak dan dalam kondisi terbuka.
Korban kemudian ditemukan sekitar 10 meter di belakang camp dengan luka serius pada bagian leher kiri dan kanan. Nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Menerima laporan tersebut, Tim Mitigasi BBKSDA Riau langsung turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk melakukan observasi lapangan, pengumpulan data, serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil identifikasi di lokasi menemukan jejak Harimau Sumatera dengan ukuran panjang sekitar 16 sentimeter dan lebar 15 sentimeter. Jarak langkah terjauh antara kaki depan dan belakang diperkirakan mencapai 120 sentimeter. Hingga Jumat (10/7) pukul 18.00 WIB, petugas juga masih menerima laporan kemunculan harimau di sekitar lokasi.
Lokasi kejadian berada di camp pekerja PBPH-HTI PT Madukoro Lestari, sekitar 5,3 kilometer dari kawasan Taman Nasional Zamrud dan 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER), yang secara administratif berada di wilayah Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan.
Untuk memantau keberadaan satwa tersebut, BBKSDA Riau telah memasang camera trap di sekitar lokasi kejadian. Tim menduga kemunculan harimau dipicu oleh keberadaan satwa mangsa yang dipelihara di dalam camp pekerja. Sebagai langkah pencegahan, petugas bersama manajemen perusahaan telah menyita satwa mangsa tersebut.
BBKSDA Riau mengimbau masyarakat, pekerja, dan perusahaan yang beraktivitas di sekitar habitat Harimau Sumatera agar selalu waspada, menghindari aktivitas seorang diri terutama pada malam hingga dini hari, memastikan sistem pengamanan camp berfungsi dengan baik, serta segera melaporkan kepada petugas jika mengetahui keberadaan satwa liar.
"Tim BBKSDA Riau akan terus melakukan upaya penanganan secara terukur bersama pihak terkait, dengan tetap mengedepankan keselamatan manusia serta pelestarian Harimau Sumatera sebagai satwa yang dilindungi," ujar Kepala BBKSDA Riau, Supartono.