Achandra Tahar Di HUT Kota Pariaman Ke 24, Empat Kategori Kota Dikatakan Maju
0 menit baca
Pariaman, Sumbar - Ada 4 kategori dikatakan sebuah kota dikatakan maju. Pertama, kotanya bersih, kemudian tertib, indah dan pemerintahan bersungguh sungguh dalam membangun.
Hal itu disampaikan Mantan Wakil Menteri ESDM RI, Achandra Tahar dalam sambutannya diacara Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Pariaman dalam HUT Kota Pariaman ke 24, di Gedung DPRD Pariaman di Mangguang, Kamis (2/7).
"Kota yang dikatakan maju itu, pertama kotanya bersih, seperti Tokyo, New York, Singapura. Kalau masalah itu, kita tidak bisa membantahnya, " ujar Achandra.
Selanjutnya Achandra yang sudah tinggal 20 tahunan di Amerika Serikat ini, menyampaikan kota yang dikatakan maju itu, masyarakatnya tertib. "Tanda kedua masyarakat dan pemerintahannya tertib aturan," imbuhnya.
Terus ketiga, kota yang dikatakan maju itu, menurutnya, indah. "Walaupun Kota New York dipenuhi gedung gedung yang tinggi, tidak ada air terjun dan pemandangan alamnya. Namun orang tidak bisa membantah Kota New York kota yang indah, begitu juga Singapura dan Tokyo " jelasnya.
Terakhir kota yang dikatakan maju itu, pemerintahannya bersungguh sungguh dalam membangun kotanya, tidak asal asalan. "Yang jadi pertanyaan apakah kota kita sudah masuk ke kategori tersebut, "tutur Achandra
Dia menyampaikan hal tersebut di rapat paripurna itu, ditunjuk sebagai tokoh masyarakat setempat, guna mendorong kemajuan pembangunan Kota Pariaman kedepannya. Karena kedua orangnya berasal dari Kota Pariaman, sekolah di Padang, Kuliah di ITB Bandung dan bekerja selama 20 tahunan di Amerika Serikat.
Pada kesempatan itu, Achandra juga menyoroti budaya kerja di Indonesia. "Selama 20 tahun saya bekerja di Amerika Serikat, saya tidak pernah sekalipun mengambil absen. Kalau di Indonesia absen kerja itu, penting. Sehingga banyak yang menitip absen," katanya.
Kalau di Amerika jam kerja sesuai apa yang telah disepakati 40 jam per minggu. "Kita bisa masuk jam 7, jam 8 atau jam 9. Namun jumlah jam kerja dalam seminggu harus mencapai apa yang telah disepakati," jelasnya.
Bahkan dia menceritakan pengalaman pribadi, diwaktu bulan puasa diminta bosnya, bekerja dimulai dari malam hingga subuh. "Karena siang hari, pada saat puasa itu, dinilainya kurang efektif untuk bekerja," tutupnya (Eka)