BREAKING NEWS

Pasca Normalisasi Rakit Penyeberangan Di Anduring Kayu Tanam Akan Dihentikan. Pengerjaan Normalisasi Sudah 30 Parsen


Padang Pariaman, Sumbar - Pasca robohnya Jembatan Anduriang Kayu Tanam akibat bencana hidrometeorologi dan banjir bandang, ribuan warga terpaksa menggunakan rakit sederhana yang terbuat dari tong oli bekas untuk menyeberangi Sungai Batang Anai.

Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan masyarakat karena tidak memenuhi standar keamanan transportasi penyeberangan.

Karena itu, setelah normalisasi selesai, pemerintah daerah akan segera menyiapkan akses darurat bagi masyarakat agar penggunaan rakit dapat dihentikan.

“Pada prinsipnya, Bapak Bupati meminta agar rakit ini tidak ada lagi. Karena secara keselamatan sangat berisiko, baik bagi petugas maupun masyarakat yang menggunakannya. Jangan sampai kembali terjadi insiden warga hanyut saat melintas,” tegas El Abdes.

Robohnya Jembatan Anduriang tidak hanya memutus akses transportasi antarwilayah, tetapi juga berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan warga di kawasan tersebut.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyebut proses normalisasi Sungai Batang Anai di Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, terus berjalan dan kini telah mencapai progres sekitar 30 persen.

Pekerjaan yang dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V itu merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang meminta pemerintah segera melakukan normalisasi sungai pasca-bencana banjir bandang (galodo) yang menghancurkan Jembatan Anduriang pada November 2025 lalu.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, mengatakan normalisasi sungai telah berlangsung sejak 15 Mei 2026 dan ditargetkan terus dipercepat dengan penambahan alat berat.

“Kondisinya saat ini normalisasi sudah berjalan hampir satu bulan dengan progres sekitar 30 persen. Memang pekerjaan ini cukup panjang. Setelah normalisasi selesai, kami akan melakukan perbaikan pada jembatan yang ada untuk dijadikan sebagai jembatan darurat,” kata El Abdes Marsyam.

Menurutnya, normalisasi dilakukan untuk mengembalikan alur Sungai Batang Anai ke posisi semula di tengah sungai sesuai aspirasi masyarakat Nagari Anduriang. Sebelumnya, alur sungai bergeser ke arah lokasi yang direncanakan sebagai titik pembangunan akses sementara.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar