Diduga Tabrak Lari, Se Ekor Tapir Ditemukan Terbujur Kaku Di Badan Jalan Didaerah Logas Kuantan Singingi
Pekanbaru, Riau - Seekor tapir (Tapirus indicus) jantan dewasa dengan bobot mencapai 300 kilogram, ditemukan terbujur kaku tak bernyawa di tengah jalan koridor areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Estate Baserah, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau malam hari (16/6).
Dikutip Mediacenter Riau, Laporan darurat yang masuk dari Kanit Tipidter Polres Kuantan Singingi dan manajemen PT RAPP langsung direspons malam itu juga oleh tim BBKSDA Riau.
Kejadian tersebut ternyata hanya berjarak sekitar dua kilometer dari batas luar kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Ironisnya, titik jalan koridor tempat tapir itu terkapar merupakan jalur lintasan alami yang sudah turun-temurun digunakan oleh kawanan tapir untuk bermigrasi dan mencari makan.
Hasil autopsi visual dan pemeriksaan oleh dokter hewan BBKSDA Riau mengungkapkan adanya luka robek di bagian pinggul serta paha kiri, ditambah luka parah di perut sebelah kanan.
Pemandangan semakin memilukan karena tampak darah segar masih mengalir keluar dari rongga hidung satwa langka tersebut, mengindikasikan adanya hantaman yang sangat masif.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, membeberkan bahwa semua bukti fisik di lapangan mengarah pada satu kesimpulan pahit, yakni tabrak lari.
"Berdasarkan pola luka dan trauma fisik yang ditemukan, tapir malang ini diduga kuat tewas seketika setelah dihantam dengan keras oleh kendaraan roda empat atau truk bermuatan besar yang melintas dengan kecepatan tinggi di jalan koridor perusahaan tersebut," katanya.
Meski demikian, pihak berwenang memastikan bahwa peristiwa ini murni kecelakaan fatal dan bukan ulah para pemburu liar. Pemeriksaan bersama yang melibatkan Kapolsek Logas Tanah Darat, Polisi Kehutanan, serta staf Balai Taman Nasional Tesso Nilo memastikan tidak ada kesengajaan.
Tim tidak menemukan adanya bekas proyektil peluru, luka tembak, ataupun sayatan senjata tajam yang biasa ditinggalkan oleh pelaku kriminal kehutanan.
Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, proses pemakaman sang tapir langsung dilakukan di lokasi penemuan sesuai operasi pelaksanaan.
Atas kejadian ini, BBKSDA Riau mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh perusahaan yang beroperasi dikawasan habitat satwa.
"Kami mengimbau agar rambu-rambu perlintasan satwa segera dipasang dan kecepatan kendaraan dibatasi secara ketat. Sebagai salah satu spesies kunci pengingat keseimbangan ekosistem hutan Sumatra, hilangnya satu tapir dewasa adalah tamparan keras bagi masa depan hutan kita yang kian terfragmentasi," tegasnya.
Editor : Eka