10 Hunian Tetap Untuk Korban Bencana Hidrometeorologi Di Padang Panjang Dibangun Dikawasan Rusunawa Tanah Hitam
0 menit baca
Padang Panjang, Sumbar
— Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi berupa hunian tetap (huntap) sudah ketiga kalinya dilakukan Pemerintah Kota Padang Panjang. Kali ini, sebanyak 10 unit huntap bagi warga terdampak sudah mulai dibangun di kawasan depan Rusunawa Kelurahan Tanah Hitam Kecamatan Padang Panjang Barat, Jumat (12/6).
— Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi berupa hunian tetap (huntap) sudah ketiga kalinya dilakukan Pemerintah Kota Padang Panjang. Kali ini, sebanyak 10 unit huntap bagi warga terdampak sudah mulai dibangun di kawasan depan Rusunawa Kelurahan Tanah Hitam Kecamatan Padang Panjang Barat, Jumat (12/6).
Pembangunan itu ditandai peletakan batu pertama oleh Walikota Hendri Arnis didampingi Wakil Walikota Allex Saputra. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan Bank Nagari dan BRI, perwakilan PT Semen Padang, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Pembangunan huntap tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota dengan PT Semen Padang yang memanfaatkan teknologi SepaBlock atau bata interlock produksi Semen Padang sebagai material utama pembangunan.
Wawako Allex Saputra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan huntap tersebut. Menurutnya, kehadiran hunian tetap menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat terdampak bencana.
“Pembangunan huntap yang kita mulai hari ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun harapan, rasa aman, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.
Dikutip dari FB Pemko Padang Panjang, Allex mengatakan, pembangunan huntap tahap ketiga ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Daerah dalam menyelesaikan proses penanganan pascabencana yang telah berjalan selama beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, apabila pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan seluruh unit selesai dalam beberapa bulan ke depan, maka Pemko akan semakin dekat dalam menuntaskan salah satu program prioritas pemulihan bagi masyarakat terdampak.
“Ini merupakan bagian dari komitmen Pemko dalam memberikan perlindungan dan memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak. Kami berharap proses pembangunan berjalan lancar sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh penerima manfaat,” katanya.
Sebanyak 10 unit huntap dibangun dengan anggaran sekitar Rp80 juta per unit dan ditargetkan selesai dalam waktu dua bulan.
Melalui pembangunan tersebut, Pemko berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih nyaman, aman, dan produktif.