Rasa Lapar Karena Bau Rendang, Warga Binaan Yang Kabur Ditangkap Dirumah Warga.
ilustrasi
Pekanbaru, Riau — Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Pekanbaru Nasriyatno alias Cili yang kabur Minggu (24/5) lalu, harus menyudahi petualangannya dengan tragis. Ia berhasil diringkus kembali di kawasan Rumbai pada Rabu (27/5/2026) siang sekitar pukul 14.56 WIB.
Menariknya, pelarian Cili justru berakhir karena rasa lapar yang tak tertahankan. Perut kosong memaksanya keluar dari tempat persembunyiannya.
Langkah kakinya seolah dituntun oleh aroma gurih masakan khas Minang, mendekati kerumunan warga yang tengah sibuk memasak rendang dan memotong hewan kurban Hari Raya Idul Adha.
"Katanya dia keluar karena lapar. Kebetulan di dekat situ memang lagi masak rendang hewan kurban," ujar seorang warga di lokasi kejadian dengan nada heran.
Begitu menyadari bahwa pria asing yang mendekat adalah buronan yang dicari-cari, kepanikan sempat melanda. Namun, dengan sigap dan berani, warga sekitar langsung mengepung dan mengamankan Cili sebelum ia sempat melangkah lebih jauh.
Kepala Rutan Kelas IA Pekanbaru, Erwin Siregar, mengonfirmasi kebenaran penangkapan dramatis tersebut. Pihaknya bernapas lega karena salah satu pekerjaan rumah terbesar mereka minggu ini akhirnya tuntas.
"Benar, sudah ditangkap," ujar Erwin singkat saat memberikan keterangan kepada awak media.
Meski demikian, pihak Rutan masih enggan membeberkan secara detail mengenai kondisi psikologis maupun fisik Cili saat ditangkap, termasuk kronologi interogasi awal. Proses hukum internal masih berjalan ketat untuk menggali informasi lebih dalam.
"Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tambahnya.
Jika menengok ke belakang, aksi nekat Cili pada Minggu sore menjelang magrib itu sempat membuat geger publik. Pria yang divonis 1 tahun 1 bulan penjara akibat kasus pencurian ini tergolong nekat.
Ia memanfaatkan celah kelengahan petugas rutan yang sedang sibuk melakukan pergantian sif jaga di sore hari. Sistem pengamanan yang dianggap kokoh pun runtuh sesaat ketika Cili dengan lihai melompati pagar dan tembok pembatas kantor yang menjulang tinggi. (Mc Riau)