Lestarikan Bahasa Ibu, Pemkab Mentawai Luncurkan Kamus Bahasa Mentawai
0 menit baca
Bupati Mentawai Rinto Wardana dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan bahasa Mentawai dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, bahasa Mentawai bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga perekat identitas dan kebersamaan masyarakat Mentawai.
“Kadang dalam penuturan bahasa Mentawai terdapat makna atau dialek yang berbeda antarpulau. Dengan hadirnya kamus ini, kita memiliki pedoman yang dapat memudahkan generasi penerus memahami kosa kata Mentawai secara umum,” ujar Rinto yang dirilis dari Infopublik.id.
Ia juga mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Mentawai menggunakan bahasa Mentawai dalam aktivitas harian. Terkait peluncuran buku cerita rakyat, Rinto berharap cerita-cerita legenda Mentawai dapat dikembangkan menjadi novel yang memiliki alur dan tokoh yang lebih kuat. “Misalnya cerita Pageta Sabbau. Akan lebih menarik jika dibukukan menjadi novel,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Brandus Donatus Simanjuntak menegaskan bahwa bahasa Mentawai merupakan bahasa ibu yang selayaknya digunakan dalam kehidupan sosial maupun pekerjaan sehari-hari.
“Bahasa Mentawai adalah bahasa ibu. Sudah seharusnya kita berinteraksi dan berkomunikasi dengan bahasa ini,” ujar Brandus. Ia juga mengusulkan penggunaan sapaan dalam bahasa Mentawai di kantor pelayanan publik. “Misalnya Anai leu’ ita atau Maronsita. Sapaan ini dapat dituliskan di dinding agar tamu mendapatkan pengetahuan dasar bahasa Mentawai,” katanya.
Brandus kembali mengajak seluruh OPD untuk meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Mentawai agar pelayanan publik semakin efektif dan mudah dipahami masyarakat.
Peluncuran kamus dan buku cerita rakyat tersebut dilanjutkan dengan diskusi panel menghadirkan Pendeta Emeritus Panulis Saguntung, Laurensius Saruruk, S.Pd., M.Ec.Dev., dan Salatiel Samangilailai. Kegiatan itu turut dihadiri guru jenjang SD hingga SMA, tokoh masyarakat, kepala desa dari Kecamatan Sipora Utara dan Sipora Selatan, serta para pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Mentawai.(Mc.Mentawai/K/D/Eyv)
