BREAKING NEWS

Ikut Bersimpati Atas Gugurnya Pasukan Perdamaian Asal Prancis, Indonesia Tetap Berkomitmen Terhadap Keberadaan Pasukan Perdamaian PBB

Pernyataan itu, disampaikan melalui laman website resminya, www.kemlu.go.id. Karena serangan itu, terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari merupakan hal yang tidak dapat diterima. "Seluruh pihak harus menahan diri, menghormati kedaulatan negara dan menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional," tulis kemenlu.

Negosiasi yang tengah berlangsung dan gencatan senjata harus dihormati sepenuhnya, serta tidak dilanggar dengan tindakan kekerasan yang akan berisiko memperburuk eskalasi dan membahayakan keselamatan personel di lapangan.

Indonesia terus menyampaikan kekhawatirannya dengan adanya serangan terus menerus terhadap pasukan perdamaian UNIFIL. Pasukan pemelihara keamanan tidak boleh menjadi sasaran serangan, aksi tersebut dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

Indonesia kembali menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat pelindungan bagi pasukan perdamaian PBB, sebagaimana tercermin dalam Pernyataan Bersama tentang Keselamatan dan Keamanan Personel PBB pada 9 April 2026.(tim kemlu)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar