Tingkatkan Kesiapsiagaan, BIM Gelar Simulasi Darurat Skala Penuh Libatkan 228 Personel
0 menit baca
PADANG PARIAMAN, SUMBAR – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menggelar Airport Emergency Exercise (AEE) dan Airport Contingency Exercise (ACE) skala penuh (full scale) untuk menguji kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di kawasan bandar udara.
Latihan yang digelar Rabu (23/9) tersebut melibatkan 228 personel dari berbagai pemangku kepentingan yang tergabung dalam Komite Keselamatan Bandar Udara dan Komite Keamanan Bandar Udara.
Dalam simulasi, digunakan skenario pesawat Minangkabau Air (mock up) yang baru mendarat dan sedang melakukan proses penurunan penumpang atau disembark.
Saat proses tersebut berlangsung, pesawat diskenariokan mendapat serangan drone rakitan yang kemudian memicu kebakaran. Situasi semakin kompleks karena sejumlah penumpang dalam simulasi mengalami luka berat dan luka ringan.
Kondisi tersebut kemudian ditangani secara terpadu oleh berbagai unsur terkait, mulai dari pemadaman kebakaran, penyelamatan dan evakuasi penumpang, penanganan korban, pengamanan area hingga koordinasi antarinstansi.
General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, mengatakan latihan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh unsur memiliki kesiapan menghadapi kondisi darurat secara cepat dan terkoordinasi.
“Melalui skenario latihan yang melibatkan berbagai aspek keadaan darurat, kami ingin memastikan seluruh stakeholder memahami peran dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Dony.
Menurutnya, latihan tidak hanya menguji kecepatan respons, tetapi juga komunikasi, koordinasi, evakuasi, pertolongan korban, pemadaman kebakaran, pengamanan area serta penanganan keadaan darurat lainnya.
Pelaksanaan AEE dan ACE juga digunakan untuk menguji efektivitas Airport Emergency Plan (AEP), termasuk kesiapan sumber daya manusia, fasilitas dan peralatan yang digunakan dalam penanggulangan keadaan darurat di bandar udara.
Dony menambahkan, latihan skala penuh tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengidentifikasi potensi kendala yang mungkin terjadi dalam situasi darurat serta mengevaluasi prosedur dan pola koordinasi antarunsur.
“Diharapkan semakin memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan seluruh unsur komite, sehingga apabila terjadi keadaan darurat, penanganan dapat dilakukan secara cepat, terukur, terkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan jiwa,” katanya.
Pelaksanaan latihan tersebut merupakan bagian dari komitmen PT Angkasa Pura Indonesia untuk terus memperkuat aspek keselamatan, keamanan dan pelayanan bagi seluruh pengguna jasa Bandara Internasional Minangkabau. (humas)