BREAKING NEWS

Padang Pariaman Raih DAK Rp5,9 Miliar, Tiga Puskeswan Baru Segera Dibangun”.

Padang Pariaman, Sumbar — Kabupaten Padang Pariaman kembali memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Padang Pariaman mendapatkan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp5,907 miliar.
Anggaran tersebut terdiri dari DAK Fisik sebesar Rp5,45 miliar dan DAK Nonfisik sebesar Rp457,8 juta.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara, di ruang kerjanya, Jumat (4/9), capaian tersebut merupakan hasil dari proses pengusulan program dan kebutuhan pembangunan sektor peternakan yang dilakukan secara konsisten oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kepada Kementerian Pertanian.
“Alhamdulillah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Padang Pariaman untuk tahun 2027 mendapatkan DAK dengan total hampir Rp6 miliar. Ini terdiri dari DAK Fisik sekitar Rp5,45 miliar dan DAK Nonfisik sekitar Rp457,8 juta,” ujar Hendra.

Capaian tersebut, menurutnya, cukup membanggakan karena Padang Pariaman menjadi salah satu dari 20 kabupaten/kota di Indonesia yang memperoleh DAK sektor peternakan dan kesehatan hewan. Bahkan, Padang Pariaman disebut menjadi satu-satunya daerah di Sumatera Barat yang mendapatkan alokasi DAK tersebut.

Ia menjelaskan, keberhasilan memperoleh anggaran tersebut tidak diraih secara instan. Pemkab Padang Pariaman telah berulang kali mengusulkan program dan kebutuhan pembangunan sektor peternakan kepada pemerintah pusat.
“Mulai dari tahun 2024 kita sudah memasukkan proposal. Kemudian tahun 2025 kita kembali mengusulkan, bahkan ada enam proposal yang kita sampaikan ke Kementerian Pertanian. Kita terus memperjuangkannya sampai akhirnya alhamdulillah pada tahun 2027 ini Padang Pariaman mendapatkan DAK,” jelasnya.

BANGUN TIGA PUSKESWAN BARU

Dari total DAK Fisik sebesar Rp5,45 miliar, salah satu program utama yang akan direalisasikan adalah pembangunan tiga Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) beserta sarana pendukungnya.
Tiga Puskeswan tersebut akan dibangun di Kecamatan Sungai Geringging, Sungai Limau, dan V Koto Timur.

Untuk pembangunan tiga Puskeswan beserta sarana pendukungnya dialokasikan anggaran sebesar Rp3,33 miliar.
Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan gedung, tetapi juga mencakup penyediaan peralatan kantor, instalasi listrik, sumber air, peralatan klinik, peralatan bedah dan laboratorium, peralatan pengambilan sampel, peralatan produksi ternak, peralatan reproduksi dan kebidanan, hingga peralatan pemeriksaan kesehatan bergerak berupa USG.
“Dengan pembangunan tiga Puskeswan baru ini, pelayanan kesehatan hewan di Padang Pariaman akan semakin dekat dengan masyarakat dan peternak,” kata Hendra.

DUA PUSKESWAN DIREHABILITASI

Selain membangun fasilitas baru, Pemkab Padang Pariaman juga akan melakukan renovasi terhadap dua Puskeswan yang telah ada, yakni Puskeswan Kecamatan Sintuk Toboh Gadang (Sintoga) dan Puskeswan Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.
Renovasi beserta sarana pendukung kedua Puskeswan tersebut mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp1,82 miliar.
Pembangunan dan peningkatan sarana Puskeswan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan hewan sekaligus mendukung produktivitas peternakan masyarakat.

BANGUN JALAN USAHA PETERNAKAN

DAK Fisik juga dialokasikan untuk pembangunan Jalan Usaha Peternakan di Kecamatan Ulakan Tapakis dengan anggaran sebesar Rp300 juta.
Pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas peternak, memperlancar akses menuju lokasi usaha peternakan, serta memudahkan distribusi sarana produksi dan hasil peternakan.
“Jalan usaha peternakan ini juga penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, terutama dalam memperlancar akses ke lokasi usaha dan distribusi hasil peternakan,” tambah Hendra.

DAK NONFISIK PERKUAT LAYANAN KESEHATAN HEWAN

Sementara itu, DAK Nonfisik sebesar Rp457,8 juta akan diarahkan untuk mendukung pelayanan kesehatan hewan dan pengawasan keamanan produk hewan.
Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk penyediaan obat hewan dan bahan pendukung pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan hewan, pengamatan dan identifikasi penyakit hewan, serta pengiriman dan pengujian sampel ke laboratorium.
Selain itu, anggaran juga mendukung kegiatan pengawasan keamanan produk hewan, termasuk pengambilan sampel serta pengiriman dan pengujian sampel produk hewan.
Hendra menegaskan, dukungan anggaran dari pemerintah pusat tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya para peternak.
“Ini merupakan kepercayaan dari pemerintah pusat yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Kita berharap pembangunan sarana dan peningkatan pelayanan kesehatan hewan ini benar-benar memberikan manfaat bagi peternak dan masyarakat Padang Pariaman,” tegasnya.

Dengan tambahan tiga Puskeswan baru, Padang Pariaman ditargetkan memiliki lima Puskeswan yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan hewan di daerah.
Dua Puskeswan yang telah ada akan diperkuat, sementara tiga Puskeswan baru dibangun melalui dukungan DAK Tahun Anggaran 2027.
“Harapan kita, dengan adanya lima Puskeswan nantinya, pelayanan kesehatan hewan dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan peternak. Ini tentu menjadi bagian dari upaya kita meningkatkan sektor peternakan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Hendra. (Kominfo)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar