Kota Pariaman Terapkan PJJ Akibat Kabut Asap, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
0 menit baca
Pariaman, Sumbar — Pemerintah Kota Pariaman menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang melanda wilayah tersebut.
Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Kota Pariaman dilaporkan mencapai angka 132, yang masuk kategori tidak sehat dan berisiko bagi kelompok rentan.
Merespons kondisi tersebut, Wali Kota Pariaman menerbitkan surat edaran mengenai pelaksanaan PJJ bagi anak-anak sekolah. Kebijakan tersebut berlaku hingga Jumat mendatang sebagai langkah untuk mengurangi risiko paparan udara buruk terhadap kesehatan siswa.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, mengatakan kebijakan PJJ menjadi salah satu langkah taktis pemerintah untuk melindungi anak-anak dari dampak kabut asap.
Meski kualitas udara memburuk, Rudy menyebut fasilitas kesehatan di Kota Pariaman, baik puskesmas maupun rumah sakit, sejauh ini belum mencatat adanya lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Namun, Dinas Kesehatan tetap melakukan pemantauan secara ketat untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya gangguan kesehatan akibat paparan udara yang tidak sehat.
Rudy juga mengingatkan orang tua dan pihak sekolah agar pelaksanaan PJJ tidak dimanfaatkan anak-anak untuk melakukan aktivitas di luar rumah.
"Anak-anak diharapkan tetap berada di rumah dan membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap masih terjadi," ujarnya.
Selain kepada orang tua dan sekolah, imbauan juga ditujukan kepada para petani yang tengah memasuki masa panen.
Rudy meminta petani tidak melakukan pembakaran jerami, tongkol jagung maupun batang jagung di lahan pertanian.
Menurutnya, aktivitas pembakaran tersebut berpotensi menambah polusi dan memperburuk kondisi kualitas udara yang saat ini sudah tidak sehat.
Pemerintah Kota Pariaman berharap dukungan masyarakat, sekolah, orang tua dan petani dapat membantu mengurangi dampak kabut asap serta menjaga kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.
PJJ akan diberlakukan hingga kondisi udara kembali membaik dan aktivitas belajar tatap muka dapat dilakukan dengan aman. (**)
Editor : Eka