Kejar Eliminasi TBC 2030, Padang Temukan 2.700 Kasus hingga September 2026
0 menit baca
Padang, Sumbar – Pemerintah Kota Padang terus memperkuat upaya penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) guna mengejar target eliminasi penyakit tersebut pada 2030.
Hingga September 2026, sebanyak 2.700 kasus TBC telah ditemukan di Kota Padang melalui kegiatan tracing aktif di berbagai lokasi.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, saat kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Untuk Indonesia Sehat” yang digelar Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat bersama Dinas Kesehatan Kota Padang di Aula Kantor Camat Lubuk Begalung, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan tersebut meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining TBC, serta dihadiri langsung Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus.
Srikurnia mengatakan, pada 2026 Kota Padang mendapat target penemuan sebanyak 4.800 kasus TBC dari Kementerian Kesehatan. Dari target tersebut, sekitar 2.700 kasus telah ditemukan melalui tracing aktif.
“Untuk Kota Padang, 11 kecamatan sudah berkomitmen melakukan tracing TBC. Alhamdulillah 104 kelurahan siaga TBC sudah dibentuk,” kata Srikurnia.
Menurutnya, kegiatan tracing akan terus dilakukan hingga November 2026. Dari rencana tracing di 242 titik, sebanyak 105 titik telah berjalan.
Dari pelaksanaan tracing tersebut, ditemukan 77 pasien positif TBC yang berasal dari kontak erat maupun masyarakat berisiko. Para pasien tersebut selanjutnya dipantau hingga menyelesaikan masa pengobatan.
Wamenkes RI Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi kegiatan skrining tersebut. Ia menekankan pentingnya penemuan kasus secara aktif, termasuk pemeriksaan terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC di lingkungan rumah.
“Selama ini kita sibuk dan fokus pada orang sakit, sementara kontak di rumah tidak diperiksa sehingga menjadi potensi peningkatan TBC,” ujar Benjamin.
Sementara itu, Ketua PDPI Cabang Sumatera Barat, Masrul Basyar, menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung pemerintah daerah dalam upaya menekan penularan TBC hingga mencapai target eliminasi pada 2030.
Dalam kegiatan tersebut juga tersedia fasilitas rontgen portabel gratis hasil kerja sama dengan pihak vendor dan Dinas Kesehatan.
Selain persoalan TBC, Dinas Kesehatan Kota Padang juga menyoroti kondisi kualitas udara yang menurun dan meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Srikurnia menyebut Wali Kota Padang Fadly Amran telah menandatangani surat edaran pencegahan. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala batuk.
Kegiatan skrining dan CKG di Lubuk Begalung diharapkan dapat memperluas penemuan kasus secara dini sekaligus memperkuat upaya pencegahan penularan TBC di tengah masyarakat. (Tim)
Editor : Eka