Bupati Padang Pariaman Temukan Sejumlah Masalah di Dapur SPPG
0 menit baca
Padang Pariaman, Sumbar — Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis turun langsung mengecek operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah, Selasa (15/9).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan makanan yang diproduksi dan disalurkan kepada penerima manfaat memenuhi standar kebersihan, higiene, sanitasi, dan keamanan pangan.
Bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman dan jajaran, John Kenedy Azis mendatangi tiga SPPG, yakni SPPG Ketaping, SPPG Anduang Sintuk, dan SPPG Lubuk Alung.
Dalam pemeriksaan tersebut, Bupati melihat langsung seluruh tahapan pengelolaan makanan, mulai dari penerimaan bahan pangan, penyimpanan, proses pengolahan hingga makanan siap didistribusikan.
Namun, dari peninjauan itu ditemukan sejumlah hal yang dinilai perlu segera dibenahi oleh pengelola SPPG.
Di antaranya kondisi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum layak dan belum sesuai ketentuan. Pengelolaan sisa bahan makanan dan limbah pengolahan juga masih perlu diperbaiki.
Selain itu, ditemukan sisa bumbu basah yang masih disimpan, serta minyak jelantah dan sisa hasil penggorengan yang membutuhkan penanganan sesuai prinsip keamanan pangan dan sanitasi.
Temuan tersebut langsung menjadi perhatian Bupati.
“Jangan sampai kita kecolongan. Program ini menyangkut gizi dan kesehatan masyarakat. Karena itu, semua prosesnya harus benar-benar kita pastikan aman, bersih dan sesuai standar,” tegas John Kenedy Azis.
Menurutnya, keberhasilan program pemenuhan gizi tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang diproduksi dan disalurkan. Kualitas, kebersihan, serta keamanan makanan harus menjadi perhatian utama.
Ia meminta seluruh pengelola SPPG segera melakukan pembenahan terhadap berbagai kekurangan yang ditemukan, terutama terkait IPAL, penyimpanan bahan dan sisa makanan, serta pengelolaan minyak jelantah dan limbah penggorengan.
“Kalau ada yang belum sesuai, segera diperbaiki. Jangan menunggu ada masalah baru kita bertindak,” ujarnya.
Bupati juga meminta Dinas Kesehatan memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap higiene, sanitasi, dan keamanan pangan di seluruh SPPG.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, kata dia, akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan agar pelaksanaan program pemenuhan gizi tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar aman dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang kita jaga bukan sekadar programnya, tetapi kesehatan masyarakat yang menerima manfaat. Karena itu, standar harus dipenuhi dan setiap kekurangan harus segera dibenahi,” katanya. (Kominfo)