Bupati Agam: Jangan Sampai Masjid Megah, Tapi Masyarakat Sekitarnya Masih Kesulitan
0 menit baca
AGAM, SUMBAR — Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah, mendorong pengelolaan masjid di daerah itu tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
Hal itu disampaikan Benni Warlis saat membuka secara resmi Training Manajemen Masjid Komprehensif di Aula Kantor Camat Sungai Pua, Kamis (24/9).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Agam dalam mendukung program unggulan (progul) Bangkik Dari Surau, khususnya dalam mengoptimalkan peran dan fungsi masjid di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Benni Warlis mengapresiasi panitia dan seluruh peserta yang mengikuti training tersebut. Ia menilai, peningkatan kapasitas pengelola masjid penting agar keberadaan rumah ibadah dapat memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
Menurutnya, banyak masjid di Kabupaten Agam yang secara fisik sudah memiliki bangunan bagus dan representatif. Namun, kemegahan bangunan tersebut harus diiringi dengan berbagai aktivitas yang mampu menghidupkan dan memakmurkan masjid.
“Bagaimana kita meramaikan dan memakmurkan masjid. Jangan sampai masjid kita megah, kubahnya bagus, tetapi masih ada jamaah atau masyarakat di sekitarnya yang kesulitan dalam kehidupannya,” ujar Benni Warlis.
Ia mengatakan, apabila masjid hanya dimanfaatkan untuk pelaksanaan ibadah wajib dan kegiatan keagamaan tertentu, potensi besar yang dimiliki masjid belum sepenuhnya dimaksimalkan.
“Kalau masjid hanya digunakan untuk tempat ibadah, tentu sangat disayangkan. Kita harus memaksimalkan fungsi masjid,” tegasnya.
Bupati berharap, ke depan masjid dapat berkembang menjadi pusat berbagai aktivitas masyarakat. Tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga berperan dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, kepemudaan hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Menurutnya, masjid harus menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya potensi masyarakat. Dari lingkungan masjid, diharapkan lahir generasi yang dekat dengan Allah SWT, memiliki ilmu pengetahuan, berakhlak dan cerdas.
Karena itu, Benni Warlis mengajak seluruh peserta training untuk bersama-sama mencari strategi dan inovasi dalam mengelola masjid agar semakin ramai dengan kegiatan positif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di sekitarnya.
Ia berharap, penguatan manajemen masjid melalui kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat pelaksanaan program Bangkik Dari Surau, sekaligus mengembalikan masjid sebagai pusat pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. (Kominfo)