Padang Pariaman Targetkan 50 Ribu Sambungan Air Baru, Tercepat Pulihkan Infrastruktur Pascabencana
0 menit baca
Padang, Sumbar —
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menargetkan pemulihan menyeluruh infrastruktur air bersih PDAM di 17 kecamatan rampung pada pertengahan Desember 2026.
Dengan dukungan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp119 miliar melalui skema rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) sesuai instruksi Presiden RI, proyek pemulihan infrastruktur air bersih tersebut kini telah mencapai progres fisik sekitar 36 persen. Pemkab Padang Pariaman menargetkan proyek ini mampu memulihkan hampir seluruh kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak bencana.
Selain pemulihan jaringan yang rusak, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menginstruksikan Direktur PDAM Aznil Mardin untuk merealisasikan Sambungan Rumah (SR) baru bagi masyarakat. "Saya minta PDAM bisa merealisasikan 50 ribu Sambungan Rumah (SR) baru, " ujar John Kenedy Azis, dikantor BPBPK Sumbar, di Padang Senin (24/8).
Pembangunan jaringan air bersih juga diarahkan untuk mendukung dua objek vital perekonomian, yakni Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan kawasan industri Padang Industrial Park (PIP).
Percepatan penanganan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati John Kenedy Azis kepada BPBPK Sumatera Barat, Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum. Padang Pariaman dinilai menjadi salah satu daerah yang paling cepat dalam melaksanakan pemulihan infrastruktur pascabencana dibandingkan daerah terdampak lainnya di Sumatera Barat.
Untuk memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan tanpa kendala teknis, jajaran pimpinan daerah yang terdiri dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan Dewan Pengawas telah menggelar rapat koordinasi khusus.
Sementara itu, Kepala BPBPK Sumatera Barat, Maria Doeni Isa, menegaskan seluruh material utama dan alat berat untuk mendukung pekerjaan pemulihan telah disiapkan di lokasi.
Pemulihan akses air bersih sebagai hak dasar masyarakat tersebut dilaksanakan melalui skema rehab-rekon sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Di sisi lain, Balai Cipta Karya juga menyatakan kesiapan membangun TPSA/TPA fisik di Padang Pariaman. "Saat ini, pihaknya masih menunggu usulan resmi serta dokumen rincian kebutuhan dari Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman," ujar Maria Doeni Isa.
Menurutnya, keberhasilan program rehab-rekon ini diharapkan tidak hanya memulihkan kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga mendorong kembali aktivitas ekonomi di kawasan industri serta mendukung operasional gerbang udara utama Sumatera Barat.