Padang Pariaman Mauluik Gadang Resmi Dimulai, Lantunan Kasidah Bergema di IKK Parit Malintang
0 menit baca
Padang Pariaman, Sumbar — Padang Pariaman Mauluik Gadang resmi dimulai. Lantunan genderang rebana berpadu dengan syair-syair kasidah bernuansa Islami menggema di halaman Masjid Raya Ali Mukhni, IKK Parit Malintang, Minggu (23/8).
Suasana religius sekaligus semarak terasa saat rangkaian pembuka kegiatan diisi dengan Lomba Kasidah Rebana dan Lomba Bintang Kasidah tingkat Kabupaten Padang Pariaman. Kedua ajang tersebut diikuti utusan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, membuka secara resmi kedua perlombaan tersebut. Ia menegaskan, kasidah tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga merupakan warisan seni budaya sekaligus media dakwah yang mengandung pesan moral dan keagamaan.
“Kasidah rebana merupakan salah satu warisan seni budaya tradisional yang harus kita lestarikan. Kasidah menampilkan lagu-lagu bernuansa Islami sekaligus menyampaikan pesan moral kepada masyarakat melalui lagu,” ujar John Kenedy Azis.
Menurutnya, Lomba Kasidah Rebana dan Bintang Kasidah juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarkecamatan sekaligus menggali dan mengembangkan potensi masyarakat, khususnya generasi muda, di bidang seni keagamaan.
“Ini bukan hanya sekadar program atau perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan wadah untuk menggali potensi masyarakat di bidang agama,” tegasnya.
Bupati mengatakan, kegiatan tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam mewujudkan daerah yang religius. Karena itu, ia mendorong seluruh kecamatan untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan keagamaan yang digelar pemerintah daerah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program visi dan misi saya sebagai Bupati Padang Pariaman untuk mewujudkan Padang Pariaman yang religius. Karena itu, seluruh kecamatan harus berpartisipasi dalam menyukseskan program-program tersebut,” katanya.
John Kenedy Azis juga mengapresiasi kecamatan yang telah berpartisipasi dalam Lomba Kasidah Rebana dan Bintang Kasidah tahun ini. Ia berharap jumlah peserta dari seluruh kecamatan dapat meningkat pada pelaksanaan tahun berikutnya.
“Saya berharap tahun depan seluruh kecamatan dapat mengutus perwakilannya dalam berbagai ajang perlombaan di bidang keagamaan, termasuk Bintang Kasidah dan Kasidah Rebana seperti yang kita laksanakan hari ini,” harapnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, Lomba Kasidah Rebana diikuti 13 dari 17 kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman. Sementara Lomba Bintang Kasidah diikuti 14 kecamatan untuk kategori putra dan 15 kecamatan untuk kategori putri.
Semarak perlombaan tersebut menjadi pembuka rangkaian Padang Pariaman Mauluik Gadang. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana syiar keagamaan, tetapi juga ruang untuk merawat tradisi, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya Islami.
Bergemanya rebana dan lantunan kasidah di IKK Parit Malintang menjadi penanda dimulainya semangat Mauluik Gadang. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat nilai agama, budaya, persaudaraan, dan karakter masyarakat Padang Pariaman.