BREAKING NEWS

Viral!! Seorang Bapak Nekat Menyeberangi Sungai Dengan Bergelatung di Tali Nyaris Hilang Terbawa Arus, Warga Harap Jembatan Anduring Segera di Perbaiki.

Padang Pariaman, Sumbar - Seorang pria paruh baya yang menyeberangi arus Sungai Batang Anai dengan cara bergelantung ditali didaerah Anduring Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman, viral dimedia sosial.

Pasalnya bapak yang dipanggil Pe yang diperkirakan berumur 60 tahun itu, nekat menyeberangi sungai yang saat itu, airnya sedang naik dengan arusnya sangat deras. 

Salah seorang tukang ojek didaerah Kayu Tanam, Opik yang kebetulan berada didekat lokasi kejadian, pagi tadi, membenarkan adanya seorang bapak bapak hanyut dialiran Sungai Batang Anai tersebut, kejadinya hari Minggu (3/5) sekitar jam 5 sore.

"Bapak itu, hampir setiap hari menyeberang, karena dia bolak balik menjual telur ke Padang," ungkap Opik.

Opik mengatakan bapak yang dipanggilnya gaek Pe, sebenarnya sudah diingatkan warga untuk tidak menyeberang, karena air sungai sedang besar.
"Mungkin pertimbangan biaya, karena untuk jalan memutar ke rumahnya  di Lubuk Napa, Anduring, butuh ongkos ojek 20 ribu, maka tanpa berpikiran panjang, bapak itu nekat untuk menyeberangi sungai dengan cara bergelantung dengan tali," ujarnya.

Dari hasil rekaman video warga, tampak bapak tersebut tidak kuat memegang tali dan hanyut terbawa arus sungai. Sehingga dalam video itu, ada warga yang berteriak meminta warga lain untuk menolong. Untungnya, ada warga berlari mengejar ke arah hulu sungai, akhirnya bapak Pe berhasil diselamatkan. 

Dari pantauan dilapangan, Pagi tadi, Senin (4/5) air Sungai Batang Anai sudah mulai menyusut, aktifitas penyeberangan dengan menggunakan rakit, sudah bisa dilakukan.
Puluhan warga antri untuk naik ke rakit tersebut, baik dari arah Pasar Kayu Tanam maupun dari arah Anduring. Ada yang menggunakan motor maupun pejalan kaki.
Walaupun penggunaan rakit itu, cukup berbahaya, namun kondisi tersebut, terpaksa dilakukan warga, karena pertimbangan waktu dan biaya. 

Menurut opik, untuk ke pasar atau kantor camat, warga dari sipinang sipisang yang ada di Nagari Anduring, butuh waktu sekitar 15 menit dengan jarak sekitar  15 hingga 20 kilometer. Sementara dengan menggunakan rakit hanya butuh waktu 3 hingga 5 menit dengan biaya yang lebih murah.  "Sekali menyeberang biasa warga dengan kendaraannya bayar 2000 rupiah, namun ada juga yang tidak bayar," imbuhnya.

Untuk itu, Opik dan Warga Anduring lainnya berharap jembatan yang dijanjikan pemerintah, untuk segera di realisasi, takutnya nanti ada korban terpeleset dan hanyut. Karena kondisi penyeberangan dibekas jembatan itu cukup berbahaya (ka)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar