Ditengah Krisis Global Kopi Liberika Jadi Harapan Baru di Kepulauan Meranti.
Founder ErberCoffee, Abdurrahman Farhumi mengatakan, liberika memiliki karakteristik yang berbeda dibanding jenis kopi lainnya. Tanaman ini mampu tumbuh baik di dataran rendah dengan suhu relatif panas, termasuk di kawasan lahan gambut yang selama ini dianggap kurang ideal untuk budidaya kopi konvensional.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat liberika memiliki prospek besar untuk dikembangkan dalam jangka panjang, terutama di wilayah pesisir seperti Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Prospek Kopi Liberika sangat cerah. Ini dikarenakan kopi liberika punya daya tahan yang kuat terhadap perubahan cuaca. Ini menjadi keunggulan tersendiri ketika kopi lain mulai mengalami tekanan akibat pemanasan global,” ujarnya, Kamis (21/5).
Dia menjelaskan, saat ini dampak perubahan iklim sudah mulai dirasakan pada produksi kopi dunia, khususnya varietas arabika dan robusta yang sangat bergantung pada suhu dan ketinggian tertentu. Perubahan musim yang tidak menentu membuat produktivitas kedua jenis kopi tersebut mulai terganggu di sejumlah negara penghasil kopi.
Sementara itu, liberika justru dinilai lebih adaptif. Selain tahan terhadap suhu tinggi, tanaman ini juga mampu tumbuh di lahan gambut dengan tingkat keasaman tinggi yang banyak ditemukan di wilayah pesisir Riau.
Abdurrahman menyebutkan, pasar ekspor untuk Kopi Liberika Meranti sebenarnya sudah terbuka cukup luas. Saat ini permintaan datang dari sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina. Namun, kapasitas produksi yang masih terbatas membuat kebutuhan pasar tersebut belum sepenuhnya dapat dipenuhi.
“Permintaannya ada, bahkan cukup tinggi. Tapi produksi kita saat ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasar secara maksimal,” katanya.
Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi petani maupun pelaku usaha kopi di Kepulauan Meranti untuk meningkatkan budidaya liberika. Dengan pasar yang sudah tersedia, peningkatan produksi dianggap menjadi langkah penting agar kopi liberika Meranti dapat bersaing lebih luas di tingkat internasional.
Selain menjanjikan dari sisi ekonomi, pengembangan kopi liberika juga disebut memiliki manfaat ekologis bagi kawasan gambut. Budidaya tanaman kopi dinilai dapat membantu menjaga keberlanjutan lahan gambut dan mengurangi risiko kerusakan lingkungan di wilayah pesisir.
Menurut Abdurrahman, keberadaan tanaman liberika bisa menjadi bagian dari upaya ekonomi restoratif karena memberikan nilai ekonomi tanpa harus merusak ekosistem gambut. Di sisi lain, aktivitas budidaya kopi juga membuka lapangan kerja baru dan menjadi sumber penghasilan masyarakat setempat.
“Liberika bukan hanya soal komoditas kopi, tapi juga berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Dengan tren konsumsi kopi yang terus meningkat dan ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, Kopi Liberika Meranti dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu komoditas unggulan baru dari Riau di pasar nasional maupun internasional.