BREAKING NEWS

Call 112 Layanan Kedarurat Disiapkan Untuk Kecelakaan, Kebakaran Dan Bencana Diwiilayah Sumbar

Padang, Sumbar - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mendorong percepatan aktivasi Call Center 112 di seluruh kabupaten/kota guna menghadirkan layanan darurat terpadu yang cepat dan responsif bagi masyarakat. Upaya ini dibahas dalam Focus Group Discussion “Penguatan Smart City melalui Aktivasi Call 112: Data Tepat, Bantuan Cepat, Daerah Hebat” yang digelar di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (29/4).

Pemprov Sumbar bersama pemerintah kabupaten/kota menargetkan integrasi satu data kedaruratan serta sistem peringatan dini (warning system) yang terhubung hingga tingkat nasional. Langkah ini menempatkan Sumbar sebagai provinsi pertama di Indonesia yang menginisiasi integrasi layanan kedaruratan secara menyeluruh lintas daerah.

Layanan 112 dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses bantuan dalam situasi darurat seperti kecelakaan, kebakaran, maupun bencana. Sistem ini mengintegrasikan berbagai instansi agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menegaskan bahwa pemerintah dituntut menghadirkan layanan publik yang cepat, responsif, dan terintegrasi sesuai kebutuhan masyarakat. Kecepatan respons, menurutnya, menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Pemerintah dituntut mampu menghadirkan layanan publik yang cepat, responsif, dan terintegrasi yang berorientasi kepada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, layanan panggilan darurat 112 menjadi bentuk kehadiran nyata pemerintah, khususnya dalam situasi mendesak yang membutuhkan penanganan segera. Integrasi layanan ini sekaligus memperkuat koordinasi antar instansi dalam merespons kondisi darurat.

“Layanan ini menjadi bentuk kehadiran nyata pemerintah di tengah masyarakat, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat,” tambahnya.

Kepala Bidang Siber dan Sandi Diskominfotik Sumbar, Ronny, menyampaikan bahwa layanan 112 menjadi bagian penting dalam sistem respons kedaruratan. Menurutnya, penguatan layanan ini menjadi kebutuhan strategis dalam mendukung sistem yang terintegrasi.

“Penguatan layanan Call Center 112 menjadi tulang punggung dalam sistem respons kedaruratan yang terintegrasi,” katanya.

Kegiatan ini diikuti oleh perangkat daerah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta mitra teknologi. Narasumber berasal dari Kementerian Komdigi, Wali Kota Padang, hingga sektor swasta seperti PT. Citi Asia Internasional dan PT Trada Telekom Indonesia untuk mendukung percepatan implementasi layanan darurat di Sumatera Barat.

Dengan langkah ini, Pemprov Sumbar tidak hanya memperkuat sistem layanan kedaruratan, tetapi juga mendorong kesiapan daerah dalam menghadapi berbagai potensi risiko secara lebih terintegrasi. Kehadiran layanan 112 diharapkan benar-benar menjadi solusi cepat bagi masyarakat, sekaligus mempertegas peran pemerintah dalam memberikan perlindungan yang responsif dan terukur. (hm/Diskominfotik Sumbar)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar